Tuesday, September 18, 2012

DUNIA BERPUTAR



Dunia berputar setiap hari sesuai dengan porosnya, begitupun bulan yang tidak pernah lelah menjadi satelit yang setia bagi bumi, memantulkan sinar matahari belahan bumi yang gelap. Cahaya Bulan menjadi tokoh utama langit di malam hari ditemani kerlip bintang yang bertaburan menghiasi malam. jika langit semakin gelap, maka bintang akan mulai terlihat kerlipnya (When it is dark enough, u can see the stars) begitu kurang lebih jika kita translate ke bahasa Inggris.
Sementara pada siang hari, Matahari menjadi sumber energi buat kehidupan di bumi ini. Sinarnya (bukan cahaya)  memang dapat menjadi berkah buat sebagian orang, karena dengan cahayanya itu  seorang pedagang kerupuk dapat menjemur produknya secara “gratis”. Selain itu , adanya teknologi tenaga surya, dapat mengkonversi sinar matahari menjadi sumber listrik yang dipergunakan untuk kepentingan sehari-hari.
seringkali saya berujar kepada diri sendiri, “kalau kamu mulai meragukan kekuasaan Allah sebagai Maha Pencipta dan Maha Besar, maka kamu tinggal mendongakkan kepala ke atas dan lihatlah langit”.  Kalau tidak percaya, silakan anda coba, baik itu langit pada saat siang hari ataupun pada malam hari. Langit itu seakan-akan ciptaan Allah yang penuh dengan misteri. Buka imajinasi seluas-luasnya, buka pikiran sebebas-bebasnya, maka akan terbukalah  satu kesadaran akan diri ini, yaitu betapa kerdilnya diri ini, betapa tidak berdaya apa-apa nya diri ini, betapa lemahnya diri ini.
Tanpa tersadarkan, seringkali kita terlalu pongah dengan apa yang telah kita raih, terlalu sombong dengan apa yang kita dapatkan dan terlalu bangga dengan apa yang kita peroleh, padahal itu semua tidak ada artinya apa-apa di hadapan Sang Maha Pencipta, karena seperti ditahui, seorang mahluk dinilai dari ketaqwaan kita, bukan dari hal lain.
Jadi inget doa Lukman kepada anaknya, “ya bunayya, walaa tamsil fil ardhi marroha” duhai anakku, janganlah berjalan di muka bumi ini dengan sombong.

13 September 2012

No comments:

Post a Comment